Masuk Tahap Lelang Fisik, Perbaikan Jembatan Sanggrahan Ditargetkan Segera Dikerjakan
Puruk Cahu, Teropong Kalteng.com – Kondisi Jembatan Sanggrahan yang mengalami kerusakan dan belum dapat dilalui kendaraan selama berbulan-bulan menuai perhatian masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Murung Raya, Paulus Karya Manginte, menegaskan bahwa penanganan jembatan sebenarnya telah melalui tahapan teknis sejak tahun 2025.
Hal itu disampaikannya saat wawancara bersama awak media di ruang kerjanya, Senin (02/02/2026).
Paulus menjelaskan, perbaikan jembatan tidak bisa dilakukan secara langsung di lapangan karena harus melewati sejumlah proses perencanaan teknis terlebih dahulu.
“Jembatan Sanggrahan itu sudah mulai kita tangani sejak 2025. Waktu itu kita mulai dengan SID, survei dan investigasi dulu untuk mengetahui penyebab penurunan dan kerusakannya. Setelah itu baru dibuat DED atau Detail Engineering Design,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh dokumen perencanaan telah rampung pada 2025, sehingga pada tahun 2026 ini pekerjaan fisik sudah masuk tahap lelang.
“Sekarang sudah lelang fisik. Bahkan pengawasannya juga sudah dilelang Ini termasuk proyek fisik pertama yang dilelang di Murung Raya tahun ini prosesnya memang bertahap sesuai aturan,” tegasnya.
Ia menambahkan, sempat ada penyesuaian administrasi terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) berdasarkan hasil review dari bagian pengadaan barang dan jasa (PBJ), sehingga perlu perbaikan dokumen sebelum dilanjutkan.
Selain menjelaskan progres perbaikan, Paulus juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka portal atau pembatas jalan yang telah dipasang di sekitar jembatan.
Ia menilai tindakan tersebut berbahaya, baik bagi keselamatan pengguna jalan maupun kondisi struktur jembatan.
“Kalau dibuka paksa itu sangat berisiko. Pengendara bisa celaka, dan jembatan juga bisa rusak lebih parah. Kalau kerusakan makin berat, biaya perbaikannya tentu jauh lebih besar,” katanya.
Ia menekankan bahwa rambu peringatan dan penutupan akses dipasang demi keselamatan bersama.
“Kami mohon kesadaran masyarakat. Kalau sudah ada tulisan peringatan dan portal, jangan dibongkar atau dilewati. Itu untuk keselamatan kita semua,” tambahnya.
Pemerintah berharap masyarakat dapat bersabar sembari menunggu proses perbaikan fisik berjalan, sehingga Jembatan Sanggrahan nantinya dapat kembali difungsikan dengan aman dan layak digunakan.
(Jimmi)
Posting Komentar