Karhutla Murung Raya Mulai Berkurang Setelah Hujan, BPBD Tetap Tingkatkan Pemantauan
Puruk Cahu, Teropongkalteng.com — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Murung Raya mulai berkurang setelah hujan turun di beberapa lokasi. Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Murung Raya tetap meningkatkan pemantauan guna mengantisipasi kembali munculnya titik api.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BPBD Kabupaten Murung Raya, Ary Juliastanto, mengatakan sejumlah lokasi yang sebelumnya terpantau memiliki titik api kini kondisinya mulai lebih terkendali.
Beberapa kawasan yang menjadi perhatian di antaranya Jalan 40, Arjuna, Janah Luri hingga Juking Panjang. Setelah hujan mengguyur sejumlah wilayah, aktivitas kebakaran di beberapa titik tersebut mulai berkurang.
“Memang setelah hujan turun, beberapa titik api mulai berkurang. Tetapi kita tetap melakukan pemantauan karena kondisi lahan masih kering dan sewaktu-waktu bisa kembali muncul titik api,” ujar Ary, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, kondisi Karhutla tidak hanya dilihat dari ada atau tidaknya api. Kondisi lahan bekas terbakar juga perlu mendapat perhatian karena api yang terlihat padam belum tentu membuat seluruh area benar-benar aman.
“Masih ada kemungkinan bara atau bagian lahan yang kering dapat kembali terbakar,” jelasnya.
Karena itu, personel BPBD di lapangan terus melakukan pemantauan terhadap kawasan yang sebelumnya terbakar maupun lokasi yang dinilai memiliki potensi terjadinya Karhutla.
Ary juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, terlebih ketika kondisi cuaca masih kering. Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat menjadi sumber api di kawasan yang banyak ditumbuhi semak dan rerumputan kering.
“Kalau masyarakat melihat asap atau titik api, segera informasikan kepada petugas. Jangan menunggu sampai api membesar, karena penanganan sejak awal akan lebih mudah dan dapat mencegah kebakaran meluas,” katanya.
Ia menambahkan, penanganan Karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Pemerintah desa dan kecamatan diharapkan terus mengingatkan masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan, sementara unsur terkait tetap melakukan pemantauan dan penanganan apabila ditemukan titik api.
BPBD Murung Raya juga terus berkoordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, relawan, tenaga kesehatan serta pihak terkait lainnya dalam upaya pencegahan dan penanganan Karhutla.
Dengan berkurangnya sejumlah titik api setelah turunnya hujan, BPBD berharap masyarakat tetap menjaga kewaspadaan. Hujan di sejumlah wilayah diharapkan dapat membantu menekan risiko kebakaran, namun kewaspadaan tetap diperlukan selama musim kemarau masih berlangsung.
(Jimmi)
Posting Komentar