TP PKK Murung Raya Meriahkan Mura Expo 2026 dengan Lomba Menyanyi Anak
Puruk Cahu, Teropongkalteng.com – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Murung Raya turut memeriahkan pelaksanaan Mura Expo 2026 dengan menggelar lomba menyanyi bagi anak-anak usia dini.
Kegiatan tersebut berlangsung di Stan TP PKK Kabupaten Murung Raya, Senin (10/8/2026), mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai. Lomba ini mendapat perhatian masyarakat yang hadir di area Mura Expo 2026.
Lomba menyanyi tersebut diperuntukkan bagi anak-anak usia 4 hingga 7 tahun. Para peserta diwajibkan membawakan lagu nasional “Hari Merdeka” sebagai lagu wajib, dengan durasi penampilan antara tiga hingga lima menit.
Menariknya, pendaftaran peserta dilakukan secara langsung di lokasi kegiatan dan tidak dipungut biaya. Hal ini memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak untuk berpartisipasi dan menunjukkan kemampuan mereka.
Ketua TP PKK Kabupaten Murung Raya, Warnita Heriyus, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya menyediakan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan keberanian, kreativitas, serta bakat seni sejak usia dini.
Menurutnya, lomba menyanyi tidak hanya menjadi hiburan dalam rangkaian Mura Expo 2026, tetapi juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus kecintaan anak-anak terhadap lagu-lagu nasional.
Sementara itu, Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Murung Raya, Dina Maulidah, turut mendorong agar kegiatan yang melibatkan anak-anak dapat terus dikembangkan dalam berbagai momentum daerah.
Ia menilai kegiatan seni merupakan sarana positif untuk menggali dan mengembangkan potensi anak, sekaligus memberikan pengalaman bagi mereka untuk tampil dan berinteraksi di hadapan masyarakat.
Dalam pelaksanaan lomba tersebut, panitia akan menetapkan 10 anak terbaik dan 10 anak berbakat. Hasil penilaian diumumkan pada hari yang sama setelah seluruh rangkaian lomba selesai.
Melalui kegiatan ini, TP PKK Kabupaten Murung Raya berharap Mura Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan dan capaian pembangunan daerah, tetapi juga mampu menjadi ruang bagi masyarakat, khususnya anak-anak, untuk menyalurkan kreativitas dan mengembangkan potensi mereka sejak dini.
(Jimmi)
Posting Komentar